Unhas Makassar Berangkatkan Relawan KKN Tanggap Bencana dan Tim Medis Bantu Korban Gempa NTT

Rektor Unhas melepas relawan KKN Tematik Tanggap Bencana dan Tim Bantuan Medis Terpadu di Lapangan PKM Kampus Unhas, Makassar, Senin (17/8/2026).
Penulis: Redaksi
Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:11:31 WIB

MAKASSAR — Universitas Hasanuddin (Unhas) mengerahkan sumber daya akademiknya untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pelepasan relawan dilakukan usai Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan PKM Kampus Unhas, Tamalanrea, Makassar, Senin (17/8/2026).

Rektor Unhas Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. secara resmi melepas para relawan yang terdiri atas mahasiswa KKN Tematik Tanggap Bencana dan Tim Bantuan Medis (TBM) Terpadu. Keberangkatan tim akan dilakukan secara bertahap menuju wilayah terdampak bencana di NTT.

Peran Relawan di Lapangan

Tim yang diberangkatkan akan menjalankan peran sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta kondisi di lapangan. Unhas menekankan bahwa penyesuaian tugas menjadi kunci utama dalam setiap misi kemanusiaan yang dijalankan.

“Sejak lama Unhas mengusung semangat humaniversity, perguruan tinggi yang menempatkan kemanusiaan sebagai bagian penting dari pengabdian. Semangat itu terus kita perkuat melalui tindakan nyata,” ujar Prof. Jamaluddin dalam sambutannya.

KKN Tematik sebagai Wujud Komitmen Kemanusiaan

Rektor Unhas menegaskan bahwa KKN Tematik Tanggap Bencana merupakan wujud komitmen kampus untuk hadir di tengah masyarakat, terutama ketika terjadi situasi darurat dan masyarakat membutuhkan dukungan. Program ini menjadi bagian dari pengabdian yang selama ini menjadi pilar utama Unhas.

Pelepasan tersebut menandai dimulainya fase baru dalam respons bencana yang dilakukan Unhas. Dengan menggabungkan tenaga medis terpadu dan mahasiswa KKN, diharapkan penanganan pascagempa di NTT dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.

Kampus yang berlokasi di Makassar ini berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi di NTT. Evaluasi akan dilakukan secara berkala untuk menentukan langkah lanjutan yang diperlukan, termasuk kemungkinan pengiriman gelombang bantuan berikutnya.

Reporter: Redaksi