Pep Guardiola Makin Galak: Enzo Fernandez Jadi Target Termahal Man City

Manajer Manchester City Pep Guardiola memberi instruksi kepada pemain dalam sesi latihan di Stadion Etihad, Manchester, Inggris.
Penulis: Redaksi
Jumat, 04 September 2026 | 03:01:31 WIB

NAVIGASI.CO.ID — Manchester City tengah berada dalam fase transisi besar di lini tengah. Kepergian Rodri dan Bernardo Silva meninggalkan lubang yang tak mudah ditambal, dan manajemen memilih Enzo Fernandez sebagai pewaris peran tersebut.

Keputusan itu tentu berani. Fernandez didatangkan dari Chelsea dengan mahar fantastis, menjadikannya pembelian termahal yang pernah dilakukan klub Inggris. Musim lalu ia mencetak 15 gol bagi The Blues yang hanya finis di peringkat ke-10 Liga Inggris, plus gol-gol penting bersama Argentina di Piala Dunia.

Kenapa City Berani Bayar Rp2,8 Triliun untuk Enzo?

Secara teknis, Fernandez adalah gelandang dengan insting gol tinggi. Kontribusinya di momen krusial menjadi daya tarik utama. Namun performa tiga setengah tahun di Stamford Bridge dinilai belum sebanding dengan harga pasangannya.

City tidak hanya membeli pemain, melainkan juga menutup celah yang ditinggalkan dua pilar sekaligus. The Independent bahkan menyoroti kecocokan taktik, karena Fernandez lebih optimal bermain sebagai gelandang nomor 8 atau 10 yang bebas menyerang, bukan gelandang bertahan murni.

Pertaruhan Finansial di Tengah Pembangunan Skuad

Angka fantastis tersebut menempatkan ekspektasi sangat tinggi di pundak pemain asal Argentina itu. City berharap investasi ini segera membuahkan hasil, terutama mengingat klub juga sedang membangun ulang kekuatan di lini tengah.

Manajemen telah mendatangkan Rayan Cherki sebagai bagian dari rencana suksesi Kevin De Bruyne. Elliot Anderson dan Ayyoub Bouaddi juga direkrut untuk memperkuat kedalaman skuad. Kompetisi untuk mendapatkan tempat inti pun bakal berjalan ketat.

Red Flag Sikap dan Temperamen Fernandez

Di luar lapangan, rekam jejak Fernandez menjadi perhatian serius. Ia beberapa kali menciptakan suasana ruang ganti yang kurang harmonis. Sikapnya yang ngotot pindah saat masih terikat kontrak jangka panjang, baik ketika meninggalkan Benfica maupun Chelsea, menunjukkan karakter yang keras kepala.

Ia juga sempat dikaitkan dengan Real Madrid sebelum akhirnya memilih Manchester City. Masalah disiplin sempat menimpanya ketika mendapat skorsing dua pertandingan dari Chelsea akibat komentar yang dinilai bermasalah dalam suatu pertandingan.

Skema Ideal dan Teka-Teki Posisi

Pertanyaan terbesar kini mengarah pada bagaimana Pep Guardiola akan memanfaatkan Fernandez. Sebagai pemain yang kesulitan bermain di posisi gelandang bertahan, ia membutuhkan kebebasan untuk bergerak ke depan. Hal ini tentu memengaruhi keseimbangan tim yang selama ini dibangun Guardiola.

Fernandez bukan sekadar pembelian mahal. Ia adalah simbol ambisi City mempertahankan dominasi, sekaligus taruhan besar pada pemain dengan karakter yang belum terbukti stabil. Pertandingan-pertandingan awal musim akan menjadi ujian nyata apakah keputusan ini tepat atau justru menjadi bumerang bagi juara bertahan.

Reporter: Redaksi