Breaking

Warga Desa Sangat Bersyukur Atas Bantuan Listrik Yang Diberikan Tepat Sebelum Memasuki Bulan Suci Ramadhan PLN UID Kaltimra

RE
Selasa, 10 Maret 2026
Warga Desa Sangat Bersyukur Atas Bantuan Listrik Yang Diberikan Tepat Sebelum Memasuki Bulan Suci Ramadhan PLN UID Kaltimra

JAKARTA - Sektor ekonomi mikro di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara diprediksi akan mendapat stimulus positif seiring dengan program penyalaan listrik gratis bagi warga prasejahtera. PLN UID Kaltimra melalui inisiatif Light Up The Dream telah meresmikan 60 sambungan listrik baru bertepatan dengan momen Ramadan 1447 Hijriah. Program yang didanai secara mandiri oleh pegawai PLN ini menjadi bagian dari target nasional penyalaan 2.500 rumah, yang bertujuan untuk meningkatkan daya beli dan kemandirian ekonomi masyarakat bawah.

Efisiensi pengeluaran rutin rumah tangga

Bagi keluarga prasejahtera, biaya energi seringkali menjadi beban yang tidak terduga jika mereka harus menumpang atau menggunakan genset secara komunal. Dengan adanya kWh meter sendiri, pengeluaran untuk kebutuhan listrik menjadi lebih terukur dan efisien. Penghematan biaya yang sebelumnya dialokasikan untuk membayar iuran ke tetangga kini bisa dialihkan untuk modal usaha kecil-kecilan di rumah atau untuk memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga yang lebih baik.

Membuka peluang usaha rumahan bagi warga

Ketersediaan listrik yang stabil membuka pintu bagi ibu rumah tangga untuk memulai usaha produktif dari rumah. Aktivitas seperti pembuatan kue, jasa menjahit, hingga usaha penjualan pulsa dan air minum isi ulang kini menjadi memungkinkan. Hal ini selaras dengan upaya pemerintah dalam memberdayakan ekonomi kerakyatan, di mana listrik berfungsi sebagai katalisator utama yang menggerakkan mesin-mesin ekonomi skala kecil di tingkat desa dan kelurahan.

Solidaritas pegawai sebagai model filantropi perusahaan

Keberhasilan program ini membuktikan bahwa model filantropi berbasis karyawan sangat efektif dalam menyelesaikan masalah sosial di lapangan. Pegawai PLN UID Kaltimra menunjukkan bahwa kepedulian terhadap pelanggan tidak berhenti pada layanan teknis semata. Dengan menyumbangkan dana pribadi, mereka secara langsung ikut serta dalam upaya pengentasan kemiskinan di wilayah kerja mereka, menciptakan hubungan emosional yang kuat antara perusahaan dan masyarakat sekitar.

Pengelolaan listrik prabayar yang mendidik

Sistem listrik prabayar yang dipasang pada rumah penerima bantuan LUTD memberikan edukasi mengenai manajemen keuangan bagi warga. Warga dapat memantau secara langsung sisa energi yang mereka miliki, sehingga mendorong perilaku hemat energi di tingkat rumah tangga. Kedisiplinan dalam mengatur penggunaan listrik ini secara tidak langsung membentuk karakter masyarakat yang lebih bertanggung jawab terhadap konsumsi sumber daya energi nasional.

Komitmen terhadap pertumbuhan ekonomi daerah

Dengan total 1.162 rumah yang telah tersambung sejak awal program, PLN UID Kaltimra telah memberikan kontribusi nyata bagi stabilitas ekonomi masyarakat di perbatasan. General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi suatu daerah selalu berbanding lurus dengan pertumbuhan konsumsi listriknya. Oleh karena itu, penyediaan akses listrik bagi warga miskin adalah langkah strategis untuk memastikan pertumbuhan ekonomi Kalimantan tetap inklusif dan berkelanjutan.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua