Breaking

Transformasi Energi Menuju Masa Depan Yang Lebih Cerah Dimulai Dari Pelayanan Yang Berkeadilan Bagi Rakyat PLN UID Kaltimra Ramadhan

RE
Jumat, 13 Maret 2026
Transformasi Energi Menuju Masa Depan Yang Lebih Cerah Dimulai Dari Pelayanan Yang Berkeadilan Bagi Rakyat PLN UID Kaltimra Ramadhan

JAKARTA - Akses terhadap energi listrik yang stabil dan mandiri secara langsung berkorelasi dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat di wilayah Kalimantan Timur dan Utara. PLN UID Kaltimra melalui program Light Up The Dream telah meresmikan penyambungan listrik gratis bagi 60 rumah tangga prasejahtera di awal Maret 2026. Program ini dirancang untuk memberikan kemudahan bagi warga dalam menjalankan aktivitas domestik harian yang selama ini terkendala oleh keterbatasan sumber cahaya dan daya energi.

Kemudahan aktivitas rumah tangga

Bagi keluarga yang baru mendapatkan akses listrik, pekerjaan rumah tangga kini menjadi jauh lebih ringan dan efisien. Penggunaan peralatan elektronik sederhana dapat membantu proses memasak, menjaga kebersihan rumah, hingga menyediakan air bersih dengan bantuan pompa listrik. Perubahan kecil ini secara akumulatif meningkatkan standar hidup warga prasejahtera, memberikan mereka lebih banyak waktu untuk beristirahat atau melakukan aktivitas sosial lainnya di lingkungan tempat tinggal.

Dampak pada kesehatan keluarga

Ketersediaan listrik mandiri juga membawa dampak positif bagi kesehatan penghuni rumah. Penggunaan lampu minyak atau lilin yang menghasilkan asap karbon kini dapat ditinggalkan, sehingga kualitas udara di dalam ruangan menjadi lebih bersih. Selain itu, pencahayaan yang standar mencegah kelelahan mata saat beraktivitas di malam hari. Transformasi dari energi tradisional ke energi listrik modern merupakan langkah penting dalam menciptakan lingkungan rumah tangga yang lebih sehat dan higienis.

Pemanfaatan listrik untuk kenyamanan ibadah

Khusus di bulan Ramadan, manfaat listrik sangat terasa saat warga harus bangun di dini hari untuk menyiapkan santap sahur. Suasana rumah yang terang benderang membantu ibu-ibu dalam beraktivitas di dapur dengan lebih aman. Begitu pula saat malam hari, anggota keluarga dapat berkumpul di ruang tamu untuk mendengarkan tausiyah melalui media elektronik, memperkuat nilai-nilai religius di dalam rumah tangga masing-masing.

Keberpihakan pada masyarakat marjinal

General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, menekankan bahwa program ini adalah wujud keberpihakan perusahaan pada kelompok masyarakat marjinal. Listrik tidak boleh hanya dinikmati oleh mereka yang mampu secara finansial, tetapi harus dapat diakses oleh semua golongan. Dengan menyasar 60 rumah prasejahtera, PLN ingin membuktikan bahwa pemerataan energi adalah langkah nyata dalam mengurangi kesenjangan sosial yang ada di wilayah Kalimantan.

Harapan untuk pengembangan infrastruktur desa

Keberhasilan program penyalaan ini diharapkan memicu pengembangan infrastruktur pendukung lainnya di tingkat desa. Listrik adalah lokomotif pembangunan; setelah listrik masuk, biasanya akses jalan dan air bersih akan menyusul dikembangkan. PLN akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memastikan bahwa setiap jengkal wilayah di Kaltimra memiliki kualitas infrastruktur kelistrikan yang setara dengan wilayah lain di Indonesia, demi mewujudkan kesejahteraan rakyat yang berkeadilan.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua