Rekening Bansos Dipakai Judi Online Terbanyak di Makassar, Dinsos Sulsel Temukan Modus Nenek di Takalar Kena Imbas Anak Sendiri

Rekening penerima bansos di Makassar paling banyak terindikasi dipakai untuk transaksi judi online, menurut Dinsos Sulsel.
Penulis: Yoga
Sabtu, 08 Agustus 2026 | 09:18:31 WIB

MAKASSAR — Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sulawesi Selatan, Abdul Malik Faizal, menuturkan bahwa kasus rekening penerima bantuan sosial (bansos) yang diduga dipakai untuk transaksi judi online (judol) paling banyak terdeteksi di Kota Makassar. Fenomena ini dinilai berkaitan erat dengan tingkat adopsi teknologi yang lebih tinggi di daerah perkotaan.

"Paling banyak di Makassar. Daerah kota. Kenapa kota? Karena di situ teknologi. Karena judol itu pakai teknologi," kata Malik, Jumat (7/8).

Modus Lama, Korban Baru: Lansia di Takalar Terjebak Ulah Anak

Meski dominan di kota, kasus serupa juga merambah daerah kabupaten. Malik mencontohkan satu kejadian di Kabupaten Takalar, di mana seorang penerima bansos lanjut usia (lansia) harus kehilangan haknya. Rekening miliknya ternyata digunakan sang anak untuk bermain judi online tanpa sepengetahuan si nenek.

"Kayak di Takalar itu, nenek-nenek yang punya (rekening) tapi dipakai judol sama anaknya," jelasnya.

Selain kasus keluarga, pihaknya juga menemukan keterlibatan oknum pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang memanfaatkan rekening penerima bantuan untuk transaksi serupa. Temuan ini menunjukkan persoalan tersebut tidak bisa disederhanakan karena melibatkan berbagai latar belakang pelaku.

Data Berubah Cepat, Dinsos Lakukan Pembersihan Data

Malik mengaku pihaknya tidak memiliki data jumlah pasti terkait kasus ini. Ia menekankan bahwa kasus tersebut bersifat sangat dinamis dan bisa berubah dalam hitungan hari, sehingga sulit untuk dipatok dalam angka statistik yang statis.

"Kasusnya kompleks, berbeda-beda, tidak sama. Jadi ada yang rekeningnya dipakai judol, tapi orangnya tidak judol. Yang terhapus itu karena terindikasi judi online," ujarnya.

Menanggapi kondisi ini, Dinsos Sulsel menerapkan kebijakan selektif. Penerima bansos yang rekeningnya dipakai orang lain tanpa sepengetahuan mereka diberikan kesempatan untuk dinormalkan kembali dan tetap menerima bantuan. Saat ini, Dinsos tengah melakukan "cleansing" data untuk memastikan penerima bansos benar-benar layak dan mengeluarkan mereka yang sudah tidak membutuhkan.

Jumlah Penerima PKH di Sulsel Justru Naik 10 Ribu

Di tengah proses pembersihan data, jumlah penerima bansos di Sulsel justru mengalami peningkatan signifikan untuk tahun 2026. Jika pada Desember 2025 tercatat sekitar 300 ribu keluarga penerima PKH, kini angka tersebut naik menjadi 311 ribu keluarga.

"Jika pada Desember 2025 tercatat sekitar 300 ribu keluarga penerima Program Keluarga Harapan (PKH), kini angka tersebut naik menjadi 311 ribu, bertambah sekitar 10 ribu penerima," pungkasnya.

Kenaikan ini menunjukkan adanya penambahan keluarga yang membutuhkan intervensi negara, sekaligus menjadi pekerjaan rumah bagi Dinsos untuk memastikan data yang masuk benar-benar valid dan tepat sasaran di tengah maraknya kasus penyalahgunaan rekening.

Reporter: Yoga