Presiden Prabowo Pimpin Doa Bersama untuk Korban Bencana Alam di Puncak Peringatan HUT ke-81 RI

Presiden Prabowo memimpin doa bersama bagi korban bencana alam sebelum mengheningkan cipta dalam upacara peringatan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka.
Penulis: Redaksi
Senin, 17 Agustus 2026 | 12:31:01 WIB

SULAWESI SELATAN — Upacara peringatan detik-detik proklamasi tahun ini berlangsung di tengah duka yang menyelimuti sejumlah daerah. Sebelum mengheningkan cipta, Presiden Prabowo secara khusus mengajak seluruh peserta upacara untuk memanjatkan doa bagi saudara sebangsa yang menjadi korban bencana. Ajakan tersebut disampaikan langsung di hadapan para pejabat tinggi negara, perwakilan diplomatik, dan tamu undangan yang hadir di Istana Merdeka.

"Marilah kita mengheningkan cipta untuk mengenang arwah dan jasa para pahlawan kemerdekaan bangsa, yang telah berkorban jiwa dan raga untuk kemerdekaan dan kehormatan bangsa Indonesia. Serta mendoakan saudara kita yang terdampak bencana alam di Sumatera, NTT, dan di wilayah Indonesia lainnya," ujar Prabowo dalam sambutannya.

Kemerdekaan Dirayakan dengan Kepedulian, Bukan Sekadar Seremoni

Prabowo menegaskan bahwa perayaan kemerdekaan tahun ini tidak hanya dimaknai sebagai momentum sukacita. Ia mengingatkan bahwa masih ada warga yang tengah berjuang melewati masa sulit akibat musibah, sehingga kebersamaan menjadi esensi utama peringatan tahun ini.

Seluruh peserta upacara terlihat menundukkan kepala khusyuk selama prosesi mengheningkan cipta berlangsung. Doa yang sama dipanjatkan bagi para pahlawan yang gugur memperjuangkan kemerdekaan dan bagi masyarakat yang kini tengah berduka serta berjuang memulihkan diri dari dampak bencana.

Menteri Turun ke Lapangan, Upacara Digelar di Titik Terdampak Gempa NTT

Semangat kebersamaan itu tidak berhenti di Istana Merdeka. Sejumlah menteri dan pejabat negara justru memilih untuk tidak menghadiri upacara di Jakarta. Mereka membagi tugas dan turun langsung ke berbagai daerah, khususnya ke wilayah terdampak gempa bumi di NTT, untuk mengawal penanganan bencana sekaligus memperingati HUT ke-81 RI bersama masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menjelaskan, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat merupakan langkah konkret untuk memastikan kebutuhan warga terdampak segera tertangani. Keputusan ini diambil agar perayaan kemerdekaan tidak menjadi seremoni yang jauh dari realitas yang dihadapi rakyat.

"Kami akan membagi tugas ke lapangan dan kemudian kita besok akan berupacara tidak di Jakarta, tapi kita akan ikut berupacara hari ulang tahun kemerdekaan di berbagai daerah," kata Pratikno.

Negara Hadir di Tengah Masa Sulit

Peringatan HUT ke-81 RI tahun ini menghadirkan suasana yang berbeda bagi masyarakat yang tengah dilanda bencana. Di tengah gegap gempita perayaan, pesan tentang kepedulian dan solidaritas justru menjadi narasi dominan yang mengemuka dari jalannya upacara.

Melalui langkah para pejabat yang turun ke lapangan, pemerintah mengirimkan sinyal bahwa kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui upacara dan kegiatan seremonial belaka. Momen ini menjadi penegasan bahwa negara tetap hadir dan bertanggung jawab terhadap warganya yang sedang menghadapi masa sulit, memastikan pemulihan berjalan dan tidak ada warga yang tertinggal.

Reporter: Redaksi