MAKASSAR — Kepala BBWS Pompengan Jeneberang Heriantono Waluyadi menyatakan tim Penlok kini sedang membahas konsep atau draf final permohonan Penlok beserta data-data pendukungnya. Draf itu nantinya ditetapkan gubernur menjadi SK Penlok pengadaan tanah Bendungan Jenelata.

"Persiapan tim Penlok kini sedang berproses pada pembahasan konsep atau draf final permohonan Penlok beserta data-data pendukungnya," kata Heriantono saat dikonfirmasi wartawan dari Makassar, Selasa.

Pembangunan bendungan memerlukan lahan 1.772,28 hektare yang terbagi menjadi 2.991 bidang. Lahan yang sudah dibebaskan baru sekitar 238,92 hektare atau 855 bidang.

Lahan Bebas Sengketa Jadi Syarat Utama

Tim Persiapan Penlok telah menjalankan tahap awal pengadaan tanah. Mereka memastikan lahan yang akan dibebaskan bebas dari sengketa.

Pemberitahuan kelanjutan pembangunan bendungan juga sudah disampaikan kepada warga terdampak. Identifikasi dan inventarisasi awal lokasi yang terkena proyek turut dilakukan.

"Tim Persiapan Penlok Pemprov Sulsel sudah melaksanakan pemberitahuan awal pembangunan bendungan, mengidentifikasi serta menginventarisasi awal lokasi yang terdampak, maupun melakukan konsultasi publik terhadap pihak yang terdampak (masyarakat)," ujar Herianto.

Setelah tahapan awal rampung, proses diarahkan pada penyelesaian dokumen permohonan Penlok. Data pendukung disiapkan sebagai dasar gubernur menetapkan lokasi pengadaan tanah melalui SK.

Enam Desa di Gowa Terdampak Proyek

Pembangunan Bendungan Jenelata menyasar sejumlah desa di Kabupaten Gowa. Di antaranya Desa Tanah Karaeng, Desa Bissoloro, Desa Palantikang, Desa Buakkang, Desa Mangempang, Desa Bontomanai, dan Desa Bilalang.

Proyek ini ditargetkan rampung pada 2028. Bendungan menjadi salah satu program prioritas pembangunan pemerintah pusat lima tahun ke depan.

Anggaran proyek senilai Rp4,15 triliun lebih. Pembiayaannya menggunakan dana Loan Cexim (agreement) Bank Tiongkok sebesar 85 persen, dan 15 persen dana pendampingan dari Kementerian Prasarana Umum melalui APBN.

Tiga Kontraktor Garap Konstruksi CFRD

Pengerjaan proyek PSN itu dilakukan lewat Kerja Sama Operasi (KSO). Anggotanya PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero), serta KSO CAMC Engineering Co.Ltd dari China.

Bendungan memakai konstruksi CFRD (Concrete Face Rock Dam) dengan inti tegak setinggi 62,8 meter. Daya tampung efektifnya 223,6 juta meter kubik.

Fungsi utamanya mereduksi banjir aliran Sungai Jenelata. Debit air yang semula 1.800 meter kubik per detik ditargetkan turun menjadi 686 meter kubik per detik, dengan luas area genangan 12,20 kilometer persegi.

Air Baku hingga Irigasi 26.773 Hektare

Bendungan Jenelata akan menyediakan air baku 6,05 meter kubik per detik. Ketersediaan air itu juga dimanfaatkan untuk irigasi seluas 26.773 hektare.

Potensi lain adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas 7 Mega Watt. Penetapan Penlok menjadi tahapan penting sebelum pengadaan tanah dilanjutkan ke tahap pembangunan berikutnya.

Reporter: Redaksi