Breaking

Wabup Bone Kunjungi Stan Dinas Peternakan di Gau Maraja, Ayam Silkie Thailand Rp 1,5 Juta Jadi Daya Tarik

RE
Minggu, 27 September 2026
Wabup Bone Kunjungi Stan Dinas Peternakan di Gau Maraja, Ayam Silkie Thailand Rp 1,5 Juta Jadi Daya Tarik

BONE — Stan pameran agraris milik Dinas Peternakan Bone menampilkan lima kandang berisi ayam hias yang menarik perhatian pengunjung Gau Maraja 2026. Lima jenis ayam dipamerkan dengan rentang harga berbeda, mulai dari ayam lokal hingga ayam impor dari Thailand, Vietnam, dan China.

Ayam Silkie asal Thailand menjadi yang termahal dengan harga Rp 1,5 juta per ekor. Bulunya lebat dan lembut, menjadi ciri khas yang membuat pengunjung berhenti dan mengamati.

Lima Jenis Ayam Hias dan Harganya di Stan Dinas Peternakan Bone

Selain Silkie, stan tersebut memajang empat jenis ayam lain dengan karakter dan harga masing-masing:

  • Ayam Kuntara asal Vietnam, berbulu loreng hitam, merupakan ayam petelur dengan harga sekitar Rp 700 ribu per ekor.
  • Ayam Mutiara berbulu indah dengan bintik putih asal Maluku, dibanderol sekitar Rp 600 ribu.
  • Ayam Brahma dari China, berkaki panjang dan berbulu namun bertubuh kecil, dijual sekitar Rp 400 ribu.
  • Ayam Elba, sejenis ayam kampung atau ayam lokal.

Staf Puskeswan Dinas Peternakan Bone, Akbar, menjelaskan cara perawatan ayam-ayam tersebut. "Pakannya konsentrat, biasa juga jagung, yang penting harus terjaga kebersihan, harus divaksin," kata Akbar.

Kambing Etawa Bobot 200 Kilogram Ikut Dipamerkan

Selain ayam hias, stan Dinas Peternakan Bone menampilkan kambing etawa yang merupakan kambing perah sekaligus pedaging. Menurut Akbar, bobot kambing tersebut bisa mencapai 200 kilogram.

Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin datang ke stan pameran dan menyatakan kekagumannya saat melihat ayam-ayam hias yang dipamerkan. Ia datang didampingi istri.

Andi Akmal menilai sektor peternakan perlu didorong untuk menambah pendapatan petani di Bone. "Jadi sebenarnya untuk menambah pendapatan petani harus diverifikasi usaha peternakan. Kita kan punya lahan luas dan nilai ekonominya lebih tinggi dari pangan sebenarnya. Bone ini selain pertanian, harus didorong peternakannya," ucapnya.

Wabup Dukung Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Ponre

Wabup juga menyatakan dukungan terhadap program Hilirisasi Ayam Terintegrasi yang berlokasi di Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre. Menurutnya, program itu akan meningkatkan ekonomi petani ternak jika berjalan tahun depan.

Selain itu, program tersebut dinilai akan memudahkan peternak memperoleh DOC untuk dikembangkan. Hingga kini, pameran agraris di Gau Maraja masih berlangsung dan menjadi salah satu titik yang paling banyak dikunjungi warga.

Rangkaian Gau Maraja 2026 Berlangsung hingga 30 September

Gau Maraja tahun ini menghadirkan sejumlah acara, mulai dari Seminar Internasional di Gedung PKK Bone, Karnaval Budaya, Festival Lampu Toae Kajuara, hingga Pesta Panen di Lapangan Persibo Bone. Ada pula Silaturahmi Nasional Perwira, Malam Puncak Gau Maraja 2026, launching film, pameran pusaka, dan pameran agraris di museum.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan Closing Ceremony 2026 di Lapangan Merdeka Bone pada 30 September. Pameran agraris Dinas Peternakan menjadi salah satu stan yang paling banyak disinggahi pengunjung, baik dari dalam maupun luar Kabupaten Bone.

Sumber: berita-sulsel.com

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua