Breaking

Truk Listrik BYD Q3 Tembus Unit ke-150.000, Jarak 325 Km

RE
Minggu, 11 Oktober 2026
Truk Listrik BYD Q3 Tembus Unit ke-150.000, Jarak 325 Km

NAVIGASI.CO.ID — BYD mencatat produksi truk listrik komersial ke-150.000 unit di pabrik Huai'an, Jiangsu, dengan Q3 sebagai model penandanya. Truk semi baterai ini mengusung tenaga sekitar 800 HP dan baterai 600 kWh. Pencapaian itu menegaskan ambisi BYD di segmen kendaraan niaga, bukan hanya mobil penumpang.

Angka itu bukan sekadar simbol. BYD tercatat menjual 6.848 truk NEV sepanjang September, naik 113,33 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Penjualan Sembilan Bulan Tembus 53.000 Unit

Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, pengiriman truk NEV BYD mencapai 53.032 unit. Capaian tersebut tumbuh 28,46 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Pertumbuhan itu menunjukkan bisnis kendaraan niaga listrik BYD kini berdiri sebagai lini usaha tersendiri. Selama bertahun-tahun, perusahaan lebih dikenal lewat mobil penumpang dan baterai.

Segmen truk berat menjadi kunci ekspansi tersebut. Operator armada melihat kendaraan listrik berat sebagai cara memangkas konsumsi solar dan emisi tanpa mengorbankan kemampuan angkut.

Spesifikasi Q3: Baterai Blade 600 kWh dan Pengisian Ganda

Q3 memadukan baterai lithium iron phosphate (LFP) tipe blade berkapasitas 600 kWh. Paket daya itu disalurkan ke dua motor listrik dengan output gabungan 600 kW atau setara sekitar 800 HP.

Menurut klaim BYD, konfigurasi tersebut sanggup menarik beban gabungan hingga 108.000 pon. Jarak tempuhnya mencapai 325 kilometer dalam sekali pengisian penuh.

Untuk mempercepat pengisian, BYD menyematkan dukungan pengisian cepat DC dua gun. Sistem itu diklaim mampu mengisi baterai dari 20 ke 80 persen status pengisian hanya dalam 30 menit.

  • Baterai: LFP blade 600 kWh
  • Motor: dual-motor 600 kW (sekitar 800 HP)
  • Beban gabungan: hingga 108.000 pon
  • Jarak tempuh: 325 kilometer
  • Pengisian: DC cepat dua gun, 20-80 persen dalam 30 menit

Dampak ke Pasar Truk Listrik Global

Pencapaian 150.000 unit menempatkan BYD sebagai salah satu pemain besar di segmen truk listrik. Volume produksi sebesar itu memberi tekanan pada merek truk konvensional yang baru mulai beralih ke elektrifikasi.

Bagi operator armada, ketersediaan truk listrik dalam jumlah besar membuka opsi perhitungan biaya operasional jangka panjang. Konsumsi solar yang lebih rendah menjadi daya tarik utama, terutama untuk rute jarak menengah.

Belum ada informasi mengenai rencana pemasaran Q3 ke pasar di luar Tiongkok, termasuk Indonesia. Harga dan ketersediaan global truk ini juga belum diumumkan BYD.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua