Spanyol Kini Patokan Baru Sepak Bola Putri Dunia, AS Dipaksa Berburu
NAVIGASI.CO.ID — Timnas putri Amerika Serikat kalah 0-2 dari Spanyol pada laga persahabatan di Washington, akhir pekan lalu. Kekalahan itu menegaskan posisi baru AS: bukan lagi yang diburu, melainkan pemburu yang harus mengejar sang juara dunia.
Duel ulangan tersaji di Subaru Park, Chester, Pennsylvania. Spanyol datang sebagai juara dunia dan tim peringkat satu FIFA, sementara AS menempati peringkat dua. Laga ini menjadi ujian kedua dalam sepekan bagi anak asuh Emma Hayes.
Kekalahan di Washington bukan sekadar hasil buruk. Dua gol Spanyol lahir dalam 14 menit pertama, memanfaatkan celah di lini belakang AS yang tampak rapuh di awal pertandingan.
Spanyol Menyerang Lewat Penguasaan Bola
Spanyol unggul secara kolektif dalam menguasai bola, sesuai gaya sepak bola mereka di level putra maupun putri. AS sempat bangkit di babak kedua dan menciptakan sejumlah peluang, termasuk penalti yang gagal dieksekusi Lily Yohannes.
Kapten AS, Lindsey Horan, menyebut timnya harus lebih tajam di depan gawang. "Kami ingin bertahan di standar tinggi, dan kami perlu terus berkembang," ujarnya. "Kalau kami ingin berada di puncak saat Piala Dunia, peluang seperti itu harus kami cetak."
Bek tengah Tierna Davidson menilai timnya sudah membatasi peluang berkualitas Spanyol. "Ada saat kami punya kontrol bagus dan menciptakan peluang besar," katanya. "Sekarang tinggal memastikan kami memanfaatkannya."
Masalah Klasik: AS Sulit Mencetak Gol
Produktivitas gol menjadi persoalan nyata AS belakangan ini. Mereka hanya mencetak dua gol dalam tiga laga terakhir, dan total 11 gol dari sembilan pertandingan sejak 1 Maret.
Spanyol sendiri nyaris tak tersentuh di waktu normal sejak Olimpiade 2024, kecuali dua kekalahan tandang dari Inggris. Pada jendela internasional Juni, Spanyol menghajar Inggris 4-0 dan menggulung Islandia 6-1.
Hayes mengakui selisih dengan Spanyol kini lebih tipis dibanding tiga tahun lalu. "Spanyol dan AS sekarang berdampingan," ujarnya. "Bedanya mungkin kepercayaan diri mereka sebagai juara dunia. Ada efisiensi dalam cara mereka bermain."
Hayes Tak Mau Cari Lawan Mudah
Pelatih asal Inggris itu menegaskan dirinya tak datang untuk menjaga rekor kemenangan dengan memilih lawan lemah. "Kalau saya di sini hanya untuk melindungi rekor, saya akan pilih lawan yang lebih ringan," kata Hayes. "Saya di sini untuk melihat seberapa jauh jarak kami dengan mereka."
AS tetap tim elite: juara bertahan Olimpiade dan belum pernah kalah beruntun dalam empat tahun. Namun dengan Piala Dunia kurang dari setahun lagi di Brasil, status mereka berubah. Spanyol, bersama Inggris, kini jadi patokan yang harus dikejar.